Thursday, April 7, 2022

Dua Hal



Dua hal yang baru kusadari sulit dihadapi apalagi direlakan di penghujung usia dua puluh tahun.

Yang hingga tiga tahun terakhir, dua hal ini masih datang bergulir.


Satu

Menerima bahwa ada orang yang sedang ku kecewakan.

Bentuk kekecewaan ini ternyata bisa berupa banyak hal …

dalam sikap yang angkuh, kata menusuk, bahkan menghilang tanpa ucap.

Dua

Menerima yang dulu tiba dengan senyuman akhirnya pamit dalam gusar

Dan keadaan tidak bisa diperbaiki semudah menutup mulut anak dalam dingin dan manisnya eskrim.

Karena sifat manusia dewasa yang (sepertinya) selalu bangga akan satu hal.

Memperumit urusan.


 

Friday, October 29, 2021

BRINGING UP BEBE - BOOK REVIEW




Apa yang Menarik?

1. Gaya Penceritaan

Latar belakang penulis yang adalah seorang jurnalis berperan besar membawakan buku ini menjadi seperti sebuah investigasi. Lengkap dengan kekhasannya, terjun langsung ke medan berita. Terlibat dengan serius dalam keseharian layaknya detektif demi mendapat informasi berharga meski ia tak perlu menyamar. Pamela Druckerman mengungkapkan jati dirinya pada setiap responden. Bahwa ia seorang ibu yang kesulitan.

2. Kita Merasa Senasib 

Sebagai orangtua yang buta petunjuk, penulis dengan apik mewakili setiap detail perasaan dan pertanyaan tentang pengasuhan. Penulis sama frustasinya dengan pembaca. Sama-sama merasa kehidupan bersama anak balita begitu berat dan merepotkan.

3. Sebuah Jawaban tidak Didapatkan dengan Instan

Pembaca diajak mencari jawaban bersama, lompat dari satu buku ke buku (sumber) lain, dari satu tetangga Prancis ke orang-orang asing di taman, restoran, berbincang dengan dokter anak, bahkan sesi diskusi dengan profesor dalam sambungan telepon.

Apa sebenarnya rahasia pengasuhan "damai" mereka?
Mengapa bayi di rumahnya (orang Prancis) berbeda dengan bayi di rumahku?

4. Bumbu Kehidupan Pribadi

Penulis berhasil meringkas kehidupan pribadinya sebagai awal yang membuat pembaca memahami dari mana pemikiran-pemikirannya muncul sampai akhirnya ia tuangkan. Pemahaman pembaca inilah yang membawa buku ini ditulis menjadi sangat personal sekaligus dengan cerdik membuatnya seru, seseru membaca cerita fiksi.








 

Thursday, October 7, 2021

Bertahan



Sepuluh tahun lalu, siapa pun bahkan diriku sendiri tidak pernah menyangka di usia 30 tahun namaku tercatat di akta notaris sebagai komisaris sebuah PT yang ternyata terasa biasa saja. Bukan hal mentereng dan patut dibanggakan :P Bahkan gelar sarjanamu tak dianggap penting untuk bisa sampai ikut mengiringi nama lengkap.


Kagetnya lagi, aku dan suami (yang menjabat sbg direktur) di bulan ke-6 PT berjalan kami memutuskan untuk pamit. Mengundurkan diri dari PT. Lalu putar haluan buat CV, haha. Memang seperti main-main. 

Di balik dua paragraf yang terkesan santai dan mudah dituliskan di atas, tentu kami berdua mengalami badai hebat yang bertubi menerpa. Bukan datang dari orang lain, bukan dari luar, tapi dari diri kami sendiri. Dari bagaimana kami harus bisa cepat memilih rute meski pandangan berkabut dan hati kalut.

Sampai akhirnya aku menyadari bahwa 3 tahun ini adalah proses pendewasaan. Ditandai dengan menumpuknya keputusan-keputusan yang berefek panjang dan dalam meski hanya diambil tanpa pikiran matang.

Semakin kita dewasa, semakin sering kita (meski tak mau tapi tetap) menyakiti perasaan orang lain. Pertanyaannya bukan lagi bagaimana kita meminta maaf tapi bagaimana kita berdamai dengan setiap keputusan yang telah dan akan kita ambil sebagai manusia dewasa.

Ingat bagaimana kita kecil akan berlindung dari orang dewasa atas pilihan-pilihan yang kita buat?
Tapi tidak saat kita besar.


 

Monday, July 19, 2021

Lagi, Satu Tahun Kemudian

Minggu mencekam.

Di titik ini, aku merasa sedang dipermainkan tumpukan masalah. Yang awalnya terasa menyerang, menghentak kaki, berakhir menunjuk hidung ini sambil cekikikan. Semua seperti sebuah lingkaran yang saling terhubung. Apa yang kamu mulai akhirnya kembali menemuimu meski di level berbeda.

Tapi ... sebelum kumulai perjalanan setahun ke belakang, aku ingin berterima kasih dan mengapresiasi kerja keras diri sendiri. Bisa sampai sejauh ini, bisa berdamai dengan segala ketakutan, keraguan, rasa malu-malu, ketidak berdayaan, pasrah, marah, lelah tapi tak pernah berhenti meski pilihan itu terbuka. 

Perpisahan di depan rumah kontrakan di mana Little Quokka bermula
Feb 2020 sampai akhir Juni 2021

Little Quokka adalah buah hati yang lahir saat semua terpelanting berserakan, tumbuh dengan rasa keterdesakkan dan banyak ketakutan. Malam-malam yang kalut dan tak pasti. Hingga semua berlalu dan akhirnya sinar mentari hangat menyapa, hari-hari menjadi cerah dan menyenangkan. Terasa ringan sampai kami bisa berlibur meski di tengah pandemi.


Ujung Genteng, Agustus 2020


Paruh pertama 2021 adalah waktu yang sangat dinamis, tengah tahun lalu kami mengawali bisnis ini dengan berjalan santai, perlahan, dan kecil. Tapi kini, semua seperti bekerjaran dengan kesempatan-kesempatan besar yang tiba bersamaan. Kami kewalahan tanpa bisa sekalipun melangkah mundur.

Seperti bualan di awal kencan, kami tiba-tiba punya 5 buku dengan rekor penjualannya masing-masing. Punya tim yang satu demi satu melangkah pergi di belum genap 6 bulan kedatangannya. Saat itu, adalah titik balik yang menjadi perenungan tersendiri untukku.

Kapal harus tetap melaju, bahkan aku tak punya banyak waktu untuk merasa sentimentil. Ombak masih besar, mari tetap berlayar. 

Tuesday, May 19, 2020

Satu Tahun Kemudian



2020

Hai blog, ternyata udah setahun lebih kutinggalkan.
 Instagram sangat menyenangkan. Dari rajin merapikan feed, aku bisa gabung dengan parenting event producer @finayudharismancom, diberi kesempatan foto product yang awalnya cuma-cuma sampai beneran dibayar! wow!

Terakhir, aku juga jadi punya kerjaan freelance semi tetap, isi konten @warung1000kebun.
Semua kesempatan ini kudapat bertubi-tubi dari awal tahun 2019. 
Dan merasa menjadi semakin sibuk di awal tahun 2020 ini.



Dan HEY! Aku punya bisnis sendiri hemm nggak beneran sendiri tapi bareng dua teman.
tapi tetap saja ini berita besar. keinginan untuk punya bisnis tu udah menggebu sejak masih kerja full time tahun 2014, bayangin udah hampir 6 tahun lalu dan terlaksana baru akhir tahun 2019. 

Terima kasih ya Allah.



BIKIN BUKU!
Aku yang senang nulis hal-hal random ini dikasih kesempatan untuk nulis bukuku sendiri. buku anak.
hal yang nggak sempat aku dapatkan waktu masih kerja di penerbit. semoga lancar rencana pre-ordernya. AMIN.

Bingung untuk gimana mengakhiri postingan pertama setelah setahun libur blogging, 
tapi cukup senang akhirnya bisa menyapa lagi.
semoga postingan selanjutnya bisa lebih bermanfaat saat dibaca orang. :P

Bye.



Monday, November 12, 2018

Perpustakaan Anak di Bandung, Pilihan Liburan Hemat Bersama si Kecil

Terlalu lama di rumah kadang membuat anak maupun orangtua merasa bosan. Tidak perlu merencanakan liburan di akhir pekan ke tempat wisata jika ingin melepas kejenuhan bermain dengan si kecil. Cukup sempatkan waktu luang di hari kerja untuk berkunjung ke perpustakaan kota. Kegiatan tersebut bisa menjadi pilihan liburan hemat dan menyenangkan bagi orangtua bersama anak.

  1.  Dispusipda Jabar (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah)



Terletak di Jln. Kawaluyaan II, Soekarno Hatta No. 4, Jatisari, Bandung. Dispusipda Jabar menyediakan ruang baca anak yang cukup luas dan nyaman. Koleksi buku dari balita hingga anak pun terbilang lengkap. Ruang baca anak terdapat di lantai satu. Saat masuk Anda akan disambut petugas yang mengarahkan untuk mengisi data di layar sentuh. Berisi: status pengunjung (anggota/ non anggota) dan perintah menuliskan nama.

Anda akan diarahkan untuk menyimpan barang-barang terlebih dahulu di loker yang telah tersedia. Setelah itu, petualangan bersama si kecil di dunia buku pun bisa kita mulai. Dan ingat, semua layanan tanpa dipungut biaya.

  •  Jam Layanan



  • Area Balita



  • Area Anak-Anak



  • Fasilitas



Selain ruang baca anak, dispusipda Jabar juga menyediakan ruang diskusi di lantai dua. Sofa-sofa yang bertebaran di luar area baca pun cukup memanjakan pengunjung untuk menikmati free wifi.

Untuk toilet ada di setiap lantai, kebersihannya cukup terjaga. Sementara mushola di lantai satu. Jika butuh camilan, di luar gedung kita bisa menemukan mini market terdekat.

  •  Keanggotaan


Untuk orangtua atau pengunjung umum hanya perlu membawa potocopy kartu identitas dan pas foto berwarna 3x4 satu lembar. Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di laman http://dispusipda.jabarprov.go.id/perpustakaan/layanan


2.       Dispusip Kota Bandung

Beruntung bagi warga Bandung karena mempunyai dua perpustakaan pemerintah yang nyaman dan terawat. Dispusip Bandung beralamat di Jl. Seram No. 2, Citarum Bandung Wetan. Karena letaknya di tengah kota, Anda dan si kecil bisa sekaligus bermain di taman kota selesai mambaca di perpus.

  • Jam Layanan
Senin-Jumat               : 08.00 – 15.00 WIB
Sabtu                          : 08.00 – 12.00 WIB

  • Fasilitas


ruang baca dan bermain



Ruang baca anak terdapat di lantai satu. Dibagi menjadi dua area. Di sebelah kanan area baca dan sebelah kiri area bermain. Kedua ruangan cukup luas dengan desain yang menarik anak-anak. Saat saya ke sana awal 2018 koleksi bukunya masih terbatas. Tapi anak-anak bisa dengan nyaman membaca di kursi dan meja yang tersedia.





Terdapat ruang laktasi atau ruang menyusui, tapi jika ingin ke sana sebaiknya meminta izin petugas. Pengalaman saya saat akan masuk ruangan terkunci dari dalam. Ruangan laktasi ini cukup nyaman dan luas untuk sekadar menyusui atau mengganti popok anak.




  • Keanggotaan

Cukup membawa kartu identitas domisili Bandung baik KTP atau passpor. Mengisi form menunggu sekitar 10 menit kartu anggota pun selesai dibuat. Untuk peraturan keanggotaan dapat dilihat di web resmi dispusip Bandung http://dispusip.bandung.go.id/v2/keanggotaan/syarat-pendaftaran/



Sunday, November 11, 2018

Review Playground Kartika Sari Ujungberung




Akhirnya kesampean juga main di sini. Awal-awal buka masih ragu soalnya berasa mahal, untuk ukuran tempat baru. Ini lupa berapa harga awalnya -__- Jadi cuma jalan-jalan aja di sana, walau storenya terbatas  tapi enak mak tempatnya luas banget. Ada dua lantai. Lantai pertama restoran, toko baju, playground, dan atm Mandiri. Lantai dua toko kartika sari, toilet, dan mushola.

Ini tempatnya enak buat ngobrolin bisnis haha. Soalnya selain bersih, luas, yang terpenting sepi pisan. Jadi bisa fokus gitu kalo ngobrol serius. Oia tapi aku gak rekomend makan berat di sini ya. Aseli mahal. Aku pesen kwetiau goreng harganya 52 rebu masaaa. Gak ada bedanya sama kwetiau amang grobak pinggir jalan.

Playgroundnya gimana?

HTM: Rp30.000 weekdays dan Rp35.000 weekeend per jamnya.



Fasilitas: dibagi dua area untuk baby/toddler dan kids.

area baby/toddler

area kids


Ini gak ditanya soal kaos kaki tapi buat jaga2 ya bawa aja. Waktunya pun yang aku rasain bebas sih, gak seketat di Joy n Fun. Bebas pula pendampingnya mau berapa orang. Asal gak serombongan kali yak. Di dalem dikasih kursi juga buat yang nungguin. Tapi kalo anaknya masih baby/toddler kayaknya gak mungkin bisa duduk-duduk melipir mengawasi dari jauh. Kudu banget nempel sama anak.

(+) Di sini tenang, musiknya pop mix kpop. Aku pribadi sih kurang suka kalau masuk playground yang sampingnya tempat main game. Berisik gitu kan. Kasian kalo anaknya masih bayi. Luas dan sepi jadi anaknya gak usah rebutan haha.

(-) Sebelahan sama toko mainan. Literally nempel banget mission impossible berharap anaknya gak akan lihat atau sekadar melirik. Bahaya buat anak yang udah bisa merengek minta beli mainan. Untungnya anakku masih aman dia bisa nunjuk-nunjuk sambil dideketin aja udah bahagia. Semoga tar gedean juga tetep gitu ya, Nak (?).

(+) Toilet dan muhsolanya nyaman dan bersih.

(-) Restorannya muahaaaal.

Fix, kalau mau main di sini mending setelah makan di luar. Atau nyari tempat makan lain. Tempat mainnya cukup memuaskan aku sebagai ibu. Kalo Kai anteng main mobil-mobilan sama mandi bola.






Monday, April 30, 2018

Review Acara: Happiness is Mom-made Booktalk and sharing session about being happy & productive mom




So far ini acara terseru yang saya datangi sepanjang resmi berstatus mamak satu anak. Di dunia yang hampir-semua-serba-digital kini, kita bakal banyak disuguhi hal-hal faedah dan unfaedah. Dan untungnya yang satu ini termasuk kategori pertama. Itu sebabnya saya keukeuh ingin ikutan, meski terancam tak dapat kursi. Alhamdulillah dengan kesabaran ikut waiting list dan sedikit meneror mbak Nia (CP acara), kursi saya dapatkan. Huehuehueeeee huray!

Yang saya sorot pertama tentu pengisi acara dan MC-nya. Ada mbak Puty Puar ibu satu anak, penulis buku Happiness Homemade yang juga bekerja dari rumah sebagai ilustrator. Dan mbak Sazki ibu satu anak, penyiar radio yang juga hobi nulis. Sebelum acara, saya sempatkan berkunjung ke blog mereka, and it was so fun. Saya merasa relate dengan tulisan mereka karena basically kami sama-sama ibu-ibu.

Yuk lanjut ke acaranya.

Dibuka dengan booktalk Happiness is Homemade. Berawal dari keresahan mbak Puty yang dia tuangkan ke dalam bentuk buku dengan ilustrasi gemas kekinian. Resah dengan cara kita memandang kebahagiaan yang semakin melek medsos semakin terpuruk dan merasa selalu kurang piknik. Kurang ini kurang itu sambil mandang rumput di Instagram tetangga yang kok ijonya seger bener, beda sama yang di sini butek macem kurang disiram. Intinya kurang bersyukur dengan hal-hal kecil yang sebenarnya bertebaran di sekitar kita dan bisa menjadi sumber kebahagiaan.

Saya sendiri (juga) sudah beli bukunya pakai diskon suami, jadi bisa dapat setengah harga (ini penting) dan berhasil membacanya kurang dari satu jam. Karena emang ringan, sederhana, tapi ngena. Kyut pastinya. Punya buku ini bikin pengen pamer di feed Instagram. Wkwk

Lalu sharing session bareng semua peserta yang hadir. Karena pesertanya gak terlalu banyak, jadi sharingnya terasa lebih intim dan meaningful. Biar fokus, saya pilah jadi 5 poin.

1.      Cara Mengatur Waktu Work from Home Mom
Peserta yang hadir rata-rata adalah ibu yang bekerja dari rumah. Ada yang punya usaha bareng suami, buka usaha sendiri, atau bareng saudara. Ada juga yang seperti saya, seorang freelancer. Hal yang paling mendasar bagi work from home mom adalah sulitnya membagi waktu. Apalagi jika tidak ada ART.
Mbak puty berbagi pengalamannya memberikan tips.
·         Tentukan purpose and priority
Ini penting, dengan tujuan yang jelas si ibu gak akan galau dan gamang di tengah jalan. Dengan skala prioritas si ibu bisa tetap merasa seimbang antara keluarga dan pekerjaan. Misal tujuan si ibu bekerja adalah bisa berkarya sekaligus mendapat pemasukan untuk meringankan suami. Tapi tetap memberikan ASI ekslusif dengan direct breastfeeding. Then go ahead.

Tentang prioritas ini, kalo si ibu udah set di awal waktunya 50/50 untuk bekerja dan mengurus anak. Usahakan bisa sesuai dengan rencana. Kalo saya kan belum memungkinkan, karena saya Cuma bisa kerja saat anak tidur siang dan tidur sore. Jadi setiap ibu pasti punya kebijakan masing-masing tinggal menyesuaikan.

Satu hal yang gak saya pikirkan, tapi mbak Puty bantu ingatkan adalah
You cannot have everything. Bahwasannya seorang ibu tetap manusia biasa. Bisa mengurus anak, rumah, sambil tetap bekerja bukan berarti semua dapat selalu berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan.
Meski secara fisik berada dekat dengan anak bukan berarti si ibu bisa selalu hadir secara psikis. Karena dari awal ada purpose and priority yang dijalankan dengan sebuah konsekuensi.

Wuah baru satu poin tapi berasa udah panjang beut yaaaak. Udah dulu la ya takut bosen juga. Kukasih 4 poin sisanya dulu saja. Nanti kulanjut lagi.

2.      Mengendalikan Emosi Diri Sendiri saat Anak Tantrum
3.      Mengatasi Rasa Bersalah sebagai Ibu Pekerja
4.      Us Time and Me Time
5.      Stay Positive in Instagram World

Monday, February 26, 2018

Review Tempat Main Anak Joy n Fun Grand Griya Cinunuk


Berhubung tempat tinggal kami yang sekarang jauh dari kota, tepatnya di daerah Cinunuk, Bandung Timur, jadi susah nyari tempat main anak yang bagus dan nyaman. Kid City di Transmart Cipadung belum ada area playground-nya, dulu di Griya Cinunuk juga playground-nya masih kecil banget. Tapiii, sekitar sebulan lalu ke sana lagi ternyata udah ada Joy n Fun punya Game Master! Wohooo happy banget mamak.

Tiket Masuk Joy n Fun
Joy n Fun Griya Cinunuk tergolong masih super hemat. Bulan februari akhir saya ke sana masih Rp. 20.000/ jam di weekdays dan Rp. 25.000/ jam di weekend. Untuk harga main sepuasnya tinggal tambah 5 ribu aja masing-masing (weekdays dan weekend).

Bayarnya pake kartu game master ya, jadi jangan lupa dibawa kalo udah punya. Yang belum punya bisa beli di kasirnya seharga Rp.5.000 per kartu.

Penting juga bawa kaos kaki. Gak tau kenapa tiap playground mesti pakai kaos kaki, padahal buat anak saya yang masih tergolong bayi besar (12 bln) justru bermain tanpa kaos kaki itu lebih bagus untuk perkembangannya. Saya dua kali ke playground tanpa kaos kaki, akhirnya terpaksa beli seharga Rp.10.000. Karena gak cuma anaknya yang musti pakai, pendamping juga.

Ngomongin kaos kaki, saya punya pengalaman gak enakin soal kaos kaki waktu ngajak main Kai di Joy n Fun BEC. Bauuuuu kaos kakiiiii. Waktu itu weekend dan lagi penuh2nya. Gak enjoy banget deh mamak. Tapi, karena Kai lagi ultah dan musti ikut seneng buat dia jadi dibetah2in sejam main di sana. Sayang juga kan udah bayar mahal. Tiket masuk Joy n Fun BEC Rp.60.000/ jam di weekend, btw. Jauh banget bedanya.

Jenis permainan di BEC memang lebih lengkap sih, tapi kalo penuh banget dan bau tak sedap kan gak nyaman juga yaaak.

Jenis Permainan di Joy n Fun Griya Cinunuk
Dengan harga 20 rebu doang Joy n Fun di Cinunuk lengkap gak sih? Awalnya juga saya ragu ya. Tapiii … pas masuk sana ternyata saya dan Kai puas banget mainnya. Iyalaah mamaknya juga ikut maen walo nemenin aja. :D

·         Trampolin
·         Area sirkuit plus sepeda, mobil2-an, dan tempat isi bahan bakar
·         Area pasir
·         Area tembak-tembakan ala tentara
·         Role play, ada 3 booth: polisi2an, warung2an, sama dapur2an
·         Bola putar yang mainnya si anak gelindingan di dalem bola
·         Jembatan ayun
·         Prosotan
·         Kuda-kudaan dan sejenisnya yang bisa dinaikin balita
·         Ayunan
·         Terowongan ulet buat merangkak

Kalo cape bisa leyeh-leyeh di bean bag yang bertebaran. Loker buat naro barang bawaan juga banyak. Dan selesainya tetap dikasih oleh-oleh, boleh milih sendiri. Karena Kai belom bisa milih jadi selalu buat mamaknya. Lumayan dapat snack atau ikat rambut. :D

Sayangnya di sini gak ada booth role play boneka. Waktu ke Joy n Fun BEC Kai seneng mainin boneka yang ukurannya lebih besar dari badan dia di sana. Ruangan balon yang balonnya suka Kai kejar2 juga gak ada.

Di Joy n Fun Cinunuk ini Kai betah mainin pasir, seneng naik mobil polisi, sama mobil2an plastik.

So, buat buibu geng Bandung Timur seru banget loh bawa anaknya main di sini. Saya masih penasaran sama playground Kartikasari Ujungberung nih, moga kesampean bisa ke sana. Nanti bisa saya share lagi review-nya. Selamat seru-seruan bareng bocah, Mak!









loker









Tuesday, February 13, 2018

Tempat Belanja Perlengkapan Bayi di Bandung



Bagi para ibu hamil, berbelanja kebutuhan bayi adalah hal yang sangat menyenangkan sekaligus memberikan kekuatan untuk menghadapi persalinan nanti. Tapi, para calon ibu baru mungkin akan kesulitan menemukan toko bayi yang cocok. Cocok barangnya cocok juga harganya. Berikut daftar tempat belanja perlengkapan bayi di Bandung yang bisa menjadi pilihan Anda.

  • Lavie Baby House


Terletak tepat di belakang Rumah Sakit Santo Borromeus, Lavie memiliki keunggulan akan variasi produknya yang sangat beragam dengan harga kompetitif. Dari mulai harga di bawah kurang dari sepuluh ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan kualitas produk.

Letaknya yang strategis, berada di tengah kota menjadikan Lavie salah satu tempat belanja perlengkapan bayi favorit warga Bandung. Jadi, jika ingin lebih santai  berbelanja, hindari akhir pekan. Karena biasanya Lavie akan sangat padat pengunjung di hari libur.

Lavie terdiri dari tiga gedung: perlengkapan bayi, perlengkapan balita, dan mainan anak. Gedung mainan anak terpisah sendiri, berada di seberang dua gedung lainnya. Yang membuat kurang nyaman pengunjung saat berbelanja di sini adalah gedung perlengkapan bayi dan balita tidak terlalu luas sementara barang yang dijual sangat banyak. Bisa dibayangkan bagaimana isinya. Anda harus berusaha lebih ekstra untuk bisa menemukan barang yang Anda butuhkan atau sesuai dengan selera Anda. Berbeda dengan gedung mainan, di sini Anda bisa berbelanja dengan leluasa karena relatif lebih luas.

Untuk fasilitas tidak usah khawatir, karena Lavie sudah dilengkapi toilet, mushola, dan kafetaria. Bahkan, di pinggiran jalannya yang rindang dipenuhi pepohonan besar pun berjejer tukang jajanan. Jadi, Anda juga bisa sekaligus menikmati wisata kuliner.   

  • IndoKids Baby & Kids Mart


Terdapat 14 cabang Indokids yang tersebar di wilayah kota hingga kabupaten di Bandung, ada yang terintegrasi dengan swalayan Borma ada pula yang berada di dalam mall. Berbelanja di IndoKids akan sangat memudahkan Anda mencari barang yang ada di daftar belanja. Karena display barangnya yang rapi dan teratur, IndoKids pun tidak terlalu luas jadi bisa lebih menghemat waktu Anda berkeliling. Apalagi jika Anda membawa serta bayi Anda.

Anda bisa memilih lokasi IndoKids yang paling dekat dengan daerah tempat tinggal Anda. Namun, masing-masing cabang mempunyai display barang yang berbeda-beda terutama untuk pakaian anak. Anda bisa saja menemukan pakaian model A di cabang Antapani tapi tidak ada di cabang Kiaracondong.

Untuk urusan harga, IndoKids pun masih masuk kategori kalangan menengah hingga atas. Anda masih bisa tenang mengenai budget.

  • Viens Baby Shop


Untuk bersaing dengan toko perlengkapan bayi lain, Viens yang terbilang baru ini mengusung tagline Toko Perlengkapan Bayi 100% MURAH. Mungkin Anda bisa bandingkan dengan harga di pasar tradisional untuk melihat seberapa murahnya Viens.

Terdiri dari dua gedung: gedung perlengkapan bayi dan gedung pakaian anak. Meski lokasinya tidak di jalan utama tapi akses menuju Viens cukup mudah dan bisa menjadi alternatif pilihan bagi Anda yang berada di wilayah Bandung timur.

Madeline Baby Shop
Dari luar pun sudah bisa ditebak kualitas dan harga barang yang ditawarkan Madeline. Target konsumen kalangan atas mungkin akan lebih cocok untuk berbelanja di sini. Atau Anda yang sekedar menginginkan suasana baru dalam berbelanja perlengkapan bayi. Bosan dengan model yang itu itu saja. Bosan dengan tempat yang sama, Madeline bisa jadi pilihan Anda berbelanja.

Dengan desain tempat yang modern dan memanjakan mata tentu akan menarik para konsumen untuk melipir. Gedung Madeline terdiri dari dua lantai. Lantai satu perlengkapan bayi dan balita, lantai dua mainan. Untuk yang budgetnya terbatas, mungkin ke sini bisa untuk perbandingan variasi barang.

  • Yogya / Griya

Toserba Yogya dan Griya pasti sudah tidak asing lagi, tapi mungkin Anda akan fokus berbelanja kebutuhan sehari-hari atau produk fashion di sini. Tanpa ada kesempatan melirik bagian perlengkapan bayi. Yogya dan Griya juga punya bagian perlengkapan bayi yang cukup lengkap dan menarik. Karena display yang rapi khas toserba tentu akan memudahkan Anda berbelanja atau sekedar melihat-lihat.

Sama seperti IndoKids, keragaman dan ketersediaan barang di setiap cabangnya berbeda-beda. Biasanya di cabang Yogya / Griya tertentu saja yang terdapat sudut perlengkapan bayi. Dan semakin besar cabang semakin lengkap barang yang dijual, seperti Griya Junction akan menjual tak hanya pakaian dan perlengkapan bayi lainnya tapi juga mainan. Soal harga masih tergolong terjangkau.

Setelah punya banyak pilihan tempat berbelanja perlengkapan bayi, Anda tidak perlu bingung lagi mencari. Jangan lupa mencatat dulu apa yang Anda dan bayi Anda butuhkan dan sesuaikan dengan budget dan lokasi tempat Anda tinggal. Selamat berbelanja!





Monday, February 12, 2018

5 Hal Sederhana Pengusir Rasa Bosan Ibu Rumah Tangga

Bosan adalah penyakit akut yang pasti menjangkiti setiap pekerjaan, tidak hanya ibu rumah tangga. Pekerjaan lain mungkin masih bisa cuti ketika bosan muncul. Tapi, karena seorang ibu begitu spesial, dia tidak ada waktu untuk cuti. Pasti inginnya para ibu ada jeda sejenak, bisa santai-santai seperti zaman gadis dulu sebelum kembali bergelut dengan setumpuk kegiatan sehari-hari yang tidak pernah selesai itu.

Berikut cara untuk menyiasati agar para ibu bisa tetap waras menggunakan akal sehatnya, dan tidak terjerumus ke lembah penat tiada tara:

  • Main ke Tetangga


Untuk ibu muda, pasti kegiatan ini masih terasa asing dan membuat canggung. Bagaimana memulainya? Golongan ibu muda biasanya hanya main dengan teman seangkatan di kampus, teman kerja dulu, teman satu organisasi, dan jenis teman lainnya tanpa pernah melibatkan tetangga. Yang malas main dengan tetangga karena punya anggapan, mereka cuma tukang gosip, apa betul sudah pernah membuktikannya secara langsung?

Kalau memang dapat tetangga seperti itu, coba datang dulu ke kumpulan RT, atau pengajian mingguan di masjid terdekat. Dari sana kita bisa memilah mana yang cocok untuk dijadikan teman saling berkunjung di kala penat.

Biasanya, bayi dan balita akan senang jika ada yang mengajaknya bermain. Apalagi jika si bayi sedang aktif-aktifnya. Daripada kita kerepotan sendiri di rumah, apa salahnya main ke rumah tetangga yang sama-sama punya anak kecil. Anak Anda senang ada teman main, Anda pun jadi punya teman baru untuk berbagi cerita.

  • Berteman dengan Buku


Pasti terasa kan, jadi seorang ibu itu dituntut untuk serba tahu, serba bisa. Sementara waktu kita terbatas. Tapi, bukan berarti tidak punya waktu sama sekali untuk belajar. Membaca buku jadi sarana belajar ibu rumah tangga yang paling efektif karena waktunya fleksibel. Jika tidak terbiasa membaca, bisa cari buku yang kita senangi dulu seperti novel, komik, majalah, lalu yang berhubungan dengan kegiatan kita sehari-hari. Buku-buku parenting, kesehatan, resep masak, gizi, psikologi, self-improvement jadi pilihan untuk masuk daftar bacaan di rumah. Anda juga bisa mulai berlangganan majalah khusus ibu dan anak.

  • Membuat Blog


Ini seperti membuat catatan harian, tidak perlu serius memikirkan mau menulis apa. Anda bisa memulainya dengan hal paling menarik yang terjadi minggu ini. Misal, jalan-jalan ke tempat baru, setelah anak tertidur dan suami bekerja bisa langsung menulis ulasannya. Atau pengalaman menghadapi anak sakit, cara mengawetkan makanan tertentu, apa pun bisa jadi bahan tulisan. Setelah selesai, jangan lupa berbagi link blog Anda di media sosial yang Anda punya. Dan saat tahu ada orang lain yang merespon tulisan kita, menulis blog menjadi sangat menyenangkan. 

  • Gabung dalam Grup di Media Sosial


Para ibu rumah tangga dikumpulkan dalam satu wadah dengan latar belakang berbeda, tapi punya masalah yang sama, yaitu masalah rumah tangga. Mereka akan saling melakukan tanya-jawab, memberikan guyonan, berbagi tautan bermanfaat, dan semua berhubungan dengan masalah kita sehari-hari. Kita tidak akan pernah merasa sendirian.

Semakin banyak anggotanya, semakin banyak topik yang dibahas setiap harinya, dan banyak pula yang akan memberikan saran atau solusi masalah kita, kegiatan ini dapat mengusir rasa kesepian para ibu di rumah.

  • Belanja Bersama si Kecil


Jika biasanya Anda menunggu akhir pekan agar bisa berbelanja bersama suami. Kenapa tidak berbelanja bersama si Kecil saat Anda sedang merasa jenuh di rumah. Agar tidak terlalu melelahkan pilih yang jaraknya dekat. Mungkin membayangkan bagaimana repotnya mengajak anak sekaligus membawa belanjaan yang banyak sudah membuat Anda mengalah dan memutuskan untuk menunggu sampai suami bisa mengantar. Tapi, sekarang zaman taksi online, masalah kerepotan membawa belanjaan sendirian bisa diatasi. Anda juga tidak perlu khawatir si Kecil tidak nyaman diajak turun naik angkutan umum.

Menghirup udara segar di luar rumah, bertemu suasana baru, apalagi bisa memilih-milih makanan dan barang-barang yang Anda butuhkan di rumah akan sangat membantu untuk melupakan urusan rumah tangga.

Selain 5 hal tersebut, ingat, Anda mempunyai buah hati yang sedang lucu-lucunya di rumah. Meski melelahkan, senyum si Kecil akan selalu menjadi obat pengusir bosan paling ampuh dan paling cepat efeknya. Bermainlah dengannya sepenuh hati, karena Anda adalah seorang ibu. Semesta bagi buah hati Anda.