Monday, February 12, 2018

5 Hal Sederhana Pengusir Rasa Bosan Ibu Rumah Tangga

Bosan adalah penyakit akut yang pasti menjangkiti setiap pekerjaan, tidak hanya ibu rumah tangga. Pekerjaan lain mungkin masih bisa cuti ketika bosan muncul. Tapi, karena seorang ibu begitu spesial, dia tidak ada waktu untuk cuti. Pasti inginnya para ibu ada jeda sejenak, bisa santai-santai seperti zaman gadis dulu sebelum kembali bergelut dengan setumpuk kegiatan sehari-hari yang tidak pernah selesai itu.

Berikut cara untuk menyiasati agar para ibu bisa tetap waras menggunakan akal sehatnya, dan tidak terjerumus ke lembah penat tiada tara:

  • Main ke Tetangga


Untuk ibu muda, pasti kegiatan ini masih terasa asing dan membuat canggung. Bagaimana memulainya? Golongan ibu muda biasanya hanya main dengan teman seangkatan di kampus, teman kerja dulu, teman satu organisasi, dan jenis teman lainnya tanpa pernah melibatkan tetangga. Yang malas main dengan tetangga karena punya anggapan, mereka cuma tukang gosip, apa betul sudah pernah membuktikannya secara langsung?

Kalau memang dapat tetangga seperti itu, coba datang dulu ke kumpulan RT, atau pengajian mingguan di masjid terdekat. Dari sana kita bisa memilah mana yang cocok untuk dijadikan teman saling berkunjung di kala penat.

Biasanya, bayi dan balita akan senang jika ada yang mengajaknya bermain. Apalagi jika si bayi sedang aktif-aktifnya. Daripada kita kerepotan sendiri di rumah, apa salahnya main ke rumah tetangga yang sama-sama punya anak kecil. Anak Anda senang ada teman main, Anda pun jadi punya teman baru untuk berbagi cerita.

  • Berteman dengan Buku


Pasti terasa kan, jadi seorang ibu itu dituntut untuk serba tahu, serba bisa. Sementara waktu kita terbatas. Tapi, bukan berarti tidak punya waktu sama sekali untuk belajar. Membaca buku jadi sarana belajar ibu rumah tangga yang paling efektif karena waktunya fleksibel. Jika tidak terbiasa membaca, bisa cari buku yang kita senangi dulu seperti novel, komik, majalah, lalu yang berhubungan dengan kegiatan kita sehari-hari. Buku-buku parenting, kesehatan, resep masak, gizi, psikologi, self-improvement jadi pilihan untuk masuk daftar bacaan di rumah. Anda juga bisa mulai berlangganan majalah khusus ibu dan anak.

  • Membuat Blog


Ini seperti membuat catatan harian, tidak perlu serius memikirkan mau menulis apa. Anda bisa memulainya dengan hal paling menarik yang terjadi minggu ini. Misal, jalan-jalan ke tempat baru, setelah anak tertidur dan suami bekerja bisa langsung menulis ulasannya. Atau pengalaman menghadapi anak sakit, cara mengawetkan makanan tertentu, apa pun bisa jadi bahan tulisan. Setelah selesai, jangan lupa berbagi link blog Anda di media sosial yang Anda punya. Dan saat tahu ada orang lain yang merespon tulisan kita, menulis blog menjadi sangat menyenangkan. 

  • Gabung dalam Grup di Media Sosial


Para ibu rumah tangga dikumpulkan dalam satu wadah dengan latar belakang berbeda, tapi punya masalah yang sama, yaitu masalah rumah tangga. Mereka akan saling melakukan tanya-jawab, memberikan guyonan, berbagi tautan bermanfaat, dan semua berhubungan dengan masalah kita sehari-hari. Kita tidak akan pernah merasa sendirian.

Semakin banyak anggotanya, semakin banyak topik yang dibahas setiap harinya, dan banyak pula yang akan memberikan saran atau solusi masalah kita, kegiatan ini dapat mengusir rasa kesepian para ibu di rumah.

  • Belanja Bersama si Kecil


Jika biasanya Anda menunggu akhir pekan agar bisa berbelanja bersama suami. Kenapa tidak berbelanja bersama si Kecil saat Anda sedang merasa jenuh di rumah. Agar tidak terlalu melelahkan pilih yang jaraknya dekat. Mungkin membayangkan bagaimana repotnya mengajak anak sekaligus membawa belanjaan yang banyak sudah membuat Anda mengalah dan memutuskan untuk menunggu sampai suami bisa mengantar. Tapi, sekarang zaman taksi online, masalah kerepotan membawa belanjaan sendirian bisa diatasi. Anda juga tidak perlu khawatir si Kecil tidak nyaman diajak turun naik angkutan umum.

Menghirup udara segar di luar rumah, bertemu suasana baru, apalagi bisa memilih-milih makanan dan barang-barang yang Anda butuhkan di rumah akan sangat membantu untuk melupakan urusan rumah tangga.

Selain 5 hal tersebut, ingat, Anda mempunyai buah hati yang sedang lucu-lucunya di rumah. Meski melelahkan, senyum si Kecil akan selalu menjadi obat pengusir bosan paling ampuh dan paling cepat efeknya. Bermainlah dengannya sepenuh hati, karena Anda adalah seorang ibu. Semesta bagi buah hati Anda.



Kegiatan Pengusir Malas Ibu Hamil


Para ibu hamil pasti merasakan banyak perubahan di dalam tubuhnya yang membuat cepat lelah atau jadi sangat sensitif karena pengaruh hormon kehamilan. Bosan dengan rutinitas juga bisa meningkatkan stres, saatnya ibu hamil mencoba kegiatan baru yang bermanfaat bagi calon ibu dan janinnya.

  • Yoga


Pegal-pegal jadi salah satu keluhan para ibu hamil. Biasanya semakin terasa saat kehamilan semakin besar dan berat. Berolahraga ringan tentu dapat menjadi solusi masalah pegal-pegal ini. Tidak hanya fisik yang rileks hati dan pikiran pun terbawa damai dan tenang. Hal yang sangat dibutuhkan demi kesehatan janin.

Yang sudah terbiasa dengan yoga, gerakan yoga hamil tidak akah jauh berbeda hanya menghilangkan bagian gerakan yang terlalu sulit dilakukan dengan perut besar dan menghindari tekanan di bagian perut. Selebihnya, Anda akan sangat menikmati yoga hamil.

  • Senam


Jika Anda tidak punya waktu mencari tempat yoga hamil, Anda bisa mengikuti kegiatan senam hamil yang diadakan di setiap Rumah Sakit Ibu dan Anak. Waktunya pun bisa disesuaikan dengan jawdal kontrol kehamilan Anda. Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan, Anda bisa langsung berolahraga.

Sedikit berbeda dengan yoga hamil, gerakan senam hamil akan terasa lebih mudah dan ringan. Waktunya pun lebih singkat, hanya sekitar 40-60 menit. Biaya yang dikeluarkan masih sangat terjangkau dibanding yoga hamil. Plus bisa dapat bingkisan menarik dari produk sponsor di akhir sesi senam.

  • Pijat


Kegiatan ini yang paling ditunggu ibu hamil. Kita hanya perlu berbaring santai dan menikmati pijatan hingga terlelap. Jika Anda termasuk ibu hamil yang punya banyak aktivitas maka mencoba sesekali dipijat akan sangat membantu mengembalikan semangat Anda lagi.

Anda bisa memilih ahli pijat hamil sesuai dengan selera dan kenyamanan Anda, ada yang bisa dipanggil ke rumah, datang langsung ke tempatnya, ada pula tukang pijat hamil favorit keluarga biasanya yang tinggal tidak jauh dari rumah.

  • Berenang


Berenang adalah olahraga yang aman dan baik untuk kesehatan ibu hamil, tentu jika dilakukan dengan benar. Dengan berenang ibu hamil bisa membakar kalori sekaligus melatih pernafasan untuk persiapan persalinan nanti. Sama halnya dengan yoga.

  • Belanja Perlengkapan Bayi


Setelah kehamilan mencapai usia trisemester akhir, keluarga dan dokter kandungan Anda akan mulai menyarankan untuk bebelanja keperluan persalinan dan perlengkapan bayi Anda. Jika ingin menikmatinya lebih lama, maka beli secara bertahap. Jadi, setiap bulan Anda bisa berbelanja sekaligus melepas penat.
Jangan lupa membuat daftar belanjaan terlebih dahulu, dan sesuaikan denga keuangan Anda. Karena jika tidak diperhitungkan dengan matang Anda akan menghabiskan lebih banyak uang dari yang seharusnya untuk kegiatan ini. Ingat, Anda masih harus menabung untuk biaya persalinan.

  • Membereskan Rumah


Anda pernah mendengar istilah nesting time? Waktu para ibu hamil yang sudah menginjak bulan terakhir kehamilan untuk berbenah rumah. Menyiapkan tempat yang nyaman bagi calon bayi Anda nanti. Dan hal ini aka terjadi secara naluriah. Para ibu akan mulai sibuk membersikan setiap sudut kamar, mengganti dan menambah perabotan demi si buah hati.

Kegiatan tersebut bisa membuat Anda tetap aktif, sehat, dan ceria meski sedang berbadan dua. Tidak ada alasan untuk Anda bermalas-malasan, justru dengan tetap aktif Anda bisa menghindari penyakit yang biasa dialami ibu hamil seperti kaki bengkak. Semangat beraktivitas para ibu hamil!

Monday, November 6, 2017

Sunday, November 5, 2017

Ngajak Bayi Main di Kidzoona Paskal23

Mumpung Grab lagi ada potongan 30rb, jadi weekend ini kami bisa main ke tempat yang lebih jauh dari biasanya. Ke mall yang terbilang masih baru di Bandung, Paskal23. Sekalian ngajak Kai ke Kidzoona.

Ternyata bukan cuma jauh bagi kami yg start dari Cinunuk, paskal itu Jauuuuuuuuuuuh pisaaaaaaaan umh. Mana Kai naik mobil pas bangun tidur jadi di jalan dia sepanjangan melek ampe bosen musti mainin apa lagi. Udah protes-protes ingin cepat keluar. Solehnya dia gak nangis atau bikin mamipapinya panik. 

Drivernya cewek, baru banget keluar katanya. Jadi kami penumpang pertama. Jalanan sabtu biasa kan Bandung macet. So sad yah, waktu awal dateng ke Bandung 2008 dulu belum semacet ini. Kita di mobil sejam lebih ampir dua jam sih kayaknya gak hitung persis. Dari 60an rb diskon jadi 30an rb. Niat saya mau lebihin jadi 40 aja. Atau 50 la ya ksian macet-macetan. Eh si papi ngasih 100, kemanusiaan katanya. Hemeh kebiasaan deh, gak mikirin akhir bulan nanti. Jiwa emak2. 

Sampai sana langsung nyari lokasi Kidzoona, lantai 2. Tenant paling gede jadi gampang nyarinya. Gak jauh dari situ ada food court jadi cocoklah kita makan dulu, ampe sakit perut nahan laper. Harga food courtnya masih normal, 112rb berdua plus minum saya aja yg beli.  Karena udah bekal air mineral dari rumah. hemat.

Saya udah ngitung2 jadwal tidur-main Kai dari sejak di rumah dan khawatir dia pas main di Kidzoona pas jam tidur. Dan bener aja setengah jam di dalem dia nguap2, tapi alhamdulillah dia masih kooperatif gak ngambek2 masih mau main. 

Jadi, biaya masuk Kidzoona itu kalo weekend 90rb satu anak plus satu pendamping untuk 1 jam. Karena saya minta papinya ikut ke dalem juga jadi nambah 30rb. Total bertiga 120rb. Pas mau bayar ternyata mbaknya bilang under 1y pendampingnya aja yg bayar. Yessss! Jadi cuma 60rb. Eh tapi karena kami gak pake kaos kaki musti beli di sana 10rb an. Kalo buat anak 5rb, tapi Kai bawa sendiri. Total 80rb. Mayan la yaa masih hemat. Kaos kakinya juga nyaman kok gak bikin rugi. Wkwk ni mamak ngitung bener yak kalo soal duit. Ngitung yang lain aja nyerah duluan. 

Nah, di dalem mainannya banyak tempatnya luas. Overall, harga sesuai kualitasnya. setelah masuk, jadi ngerti kenapa under 1y tak usah bayar. Karena emang anak yang udah bisa jalan lah yang bisa nikmatin sepuasnya. Saya pikir ini idealnya untuk 2 tahun ke atas siih. Lari sana sini teriak teriak, musti hati-hati Kai bisa kesenggol bocah-bocah lain. Kayaknya hari itu dia paling muda deh. wkwk.

tapi saya gak nyesel ngajak Kai ke sana di usia 9 bulan. Karena emang niatnya ngenalin dia ke keramaian anak-anak, gimana dia bisa beradaptasi sama lingkungan seramai itu. bersosialisasi, intinya. dan biar dia bisa lebih bisa explore crawling crawling sana sini. Meski ternyata tak mendukung untuk merangkak. Di sana Kai bisa merangkak nyari bola, main xylophone, sama prosotan bareng papinya. Selebihnya dia sibuk merhatiin anak-anak lain main dan mami papinya main. Loh.

Mungkin kalo anaknya udah aktif lari-lari, durasi 1 jam berasa kurang. Nanggung gitu kayak karokean haha. Tapi buat Kai udah cukup banget. Dia ampe nguap-nguap nahan ngantuk. Sejauh ini Kai emang tipe bayi yang cuma bisa tidur kalo kondisinya emang mendukung. Kalo ramai gitu pasti susah buat dia tidur. Untungnya dia behave kalo lagi diajak main keluar. Hihi, maksudnya gak rewel atau jadi cranky. Paling dia cuma protes gak anteng aja.

So, at the end yang mau nyoba bawa bayi ke sana seenggaknya nunggu sampe dia bisa merangkak. kalo belum bisa, Kidzoona belum cocok untuk area main keluarga.








Saturday, November 4, 2017

Bikin Akta Lahir & Paspor bayi di Kota Bandung: Last Part, Paspor Kilat



Selasa subuh, suami bela-belain datang lebih pagi ke kantor imigrasi sukarno hatta (karena katanya antrean di sana lebih manusiawi) demi dapat nomor antrean awal. Bisa selesai setengah hari itu jadi  siangnya tetap bisa masuk kantor. Pusing belum sarapan, lelah Jakarta-Bogor-Bandung pp dalam tiga hari terakhir. Maju terus.

Gak lama setelah sampai sana, suami nelpon bilang kalau sekarang udah gak ada sistem walk in. Semua sudah terintegrasi secara online. Dengan kata lain, kudu wajib daftar antrean online! Pas suami cobain daftar online di sana, keluar tanggal belasan september. Tiada lain adalah tanggal kami sudah pulang dari SG. Hati kami kacau.

Saya tak keruan di rumah. Sambil gendong-gendong Kai, nyoba buat tenang. Make sure ke teman, jawabannya malah bikin miris. Dia bikin paspor bulan Juni 2017 belum ada dua bulan lalu masih bisa walk in. Dan blog yang saya baca Januari 2017 juga masih bisa walk in. Gak puas, saya telpon kantor imigrasi Suci, dan mereka bilang aturan harus daftar online itu baru dilaksanakan awal Juli. Alamak banyak kali rintangannya. 

Saya sempat hopeless. Gak ada jalan lagi. Udah buntu. Terpaksa suami harus ke SG sendirian. Tiket saya hangus. Bye SG. Mungkin bukan saatnya buat kami bareng-bareng ke luar negeri. Sabar.
Tapi, entah kenapa keras kepala saya gak bisa diredam. Saya gak mau kalah sama keadaan. Masih mikirin jalan keluarnya. Langsung screening nomor kontak yang sekiranya bisa bantu masalah saya. Ngasih solusi. Dan baru ingat kalau saya punya teman yang kerja  di travel agent. Dari dialah saya dapat informasi tentang paspor kilat. What? Iya sehari jadi. Super duper wusssh!

Setelah kontakan sama bapak si ahli bikin paspor kilat, saya mulai gamang. Kok mahal banget ya ... 1,5 juta. Hemmm... padahal kalo sesuai jalur bayarnya 350 ribu. Suami pun akhirnya mengiyakan. Dia rela bayar segitu demi Kai dan saya bisa ikut. Kok seberjuang ini kami ya ... mungkin karena mikir kapan lagi? Belum tentu ada kesempatan lagi.

Besokannya tanpa basa basi saya dan Kai berangkat ke kantor imigrasi Suci via jalur khusus. Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya ini legal gak sih? Termasuk nyuap dong yah? KKN dong ya? Tapi ternyata saya gak sendiri. Di kantor imigrasi, ada juga yang pakai jalur seperti saya. Dan yang saya dengar sih, si ibu ini mau umroh. Hemm.... perlu investigasi gak sih?
Begitulah, sampai akhirnya paspor Kai selesai. Saya inget banget beresnya cuma sehari. 1 September 2017, bertepatan idul adha. Beres sih semua dokumen menuju SG, tapi kok hati saya belum lega yah. mungkin karena takut ada rintangan selanjutnya di depan mata. 

But, anyway Kamis, 7 September 2017 akhirnya kami terbang menuju Changi. 

The end 

Lesson learned: modal ingin aja gak cukup, musti nambah nekad dan keras kepala.